Setelah bermimpi cukup panjang, dan mecahin celengan semar,akhirnya dapet juga... Sebuah kamera DSLR level entry paling murah, Canon EOS 1000D. Meski buat kalangan pro, kamera ini jarang dipake, atau g dilirik sama sekali karena keterbatasannya (mungkin..), tp buat saya, seorang yg mulai tertarik sama jepret men-jepret (bukan jepret-jepret tali kutang..) kamera ini cukup membantu, lumayanlah buat gaya-gayaan (wkwk).
Nah mulai nih cari-cari objek yang bisa dijepret (sekali lagi bukan jepret tali kutang..). Hasilnya?terpukau dengan karya sendiri (hohohoho..), meski kalo dilihat orang mungkin tetep aja hasilnya dianggep biasa-biasa aja (Gpp lah,orang saya masih belajar juga,hehe). Objek pertama yang dijepret adalah teman sendiri, hasilnya cukup lumayan (lagi-lagi terpukau dengan karya sendiri....). Dengan lensa standar 18-55mm,hasilnya objek clear,tp background belakang keliatan blur (jangan-jangan kameranya g beres nih..). coba lagi, ambil dari jarak yang sama, hasilnya sama lagi,,background bluuuuur,gimana nih,dituker ke toko mesti juga g boleh, akhirnya pulang tiyus langsung buka-buka buku manual (tambah pusing karena pake bahasa inggris semua...wkwkwk), akhirnya pergi ke warnet, sambil bakar menyan, manggil manggil mbah google, tanya tanya tentang kamera DSLR.
Dari perpusnya mbah google, banyak sekali artikel yang membahas tentang teknik-teknik fotografi, salah satu yang membuat saya terhenti cukup lama yaitu artikel tentang "Makro..."
Memotret makro katanya memberi kesan tersendiri, karena objeknya tidak setiap hari kita lihat (jangan-jangan bisa buat foto jin nih...????)Ternyata yang dimaksud objek makro, adalah objek2 seperti bunga, serangga, daun, hewan peliharaan, dsb (bener g sih...??meneketehek..)
Kata mas Dadang Darmawan, seorang anggota PAF Bandung, memotret objek makro dengan kamera DSLR diperlukan lensa makro-baik yang tele makro ataupun yang close up dan ring flash untuk proses yang paling mudah. (Tambah g ngerti karena cuma punya satu lensa..)
PROSES
Katanya lagi, untuk mendapatkan momen yang menarik, sebelum mengeksekusi objek, kita perlu dulu memperhatikan objek yang diambil, terutama arah cahaya (sebaiknya cahaya diambil dari samping atau belakang untuk mendapatkan dimensi) dan jarak, karena jika terlalu dekat dan terburu-buru, serangga akan kabur. (kalau yang dijepret orang, kira-kira kabur g ya??)
Untuk pengambilan jarak, jangan langsung mengambil posisi close up, atapi secara perlahan-lahan, sedikit demi sedikit mendekati objek untuk menghindari objeknya kabur, minimal kita sudah bisa mendapatkan fotonya.
Dari segi teknis, gunakan diafragma kecil seperti f/8, f/16, f/22 untuk mendapatkan ruang yang tajam yang cukup, karena pada posisi close-up, ruang tajam akan sempit, kesuali jika anda menginginkan DOF yang sempit.
KESABARAN
Salah satu hal diluar teknis unutk memotret makro yaitu kesabaran. Anda mesti sabar, mulai mencari objek, mendekati objek, bergerak perlahan, juga focusing yang cukup sulit. Untuk melatih kesabaran ini, bisa dengan memotret objek diam sperti bunga, tetesan air, atau benda-benda kecil lainnya.
oke dech, siap untuk praktek. selesai